Survei Cetak Sawah di Kota Jayapura Dukung Perluasan Lahan Pertanian Produktif
Kota Jayapura ditetapkan sebagai salah satu lokasi program cetak sawah tahun 2025 dengan target luasan mencapai 100 hektare. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi semakin berkurangnya lahan produktif akibat alih fungsi lahan. Saat ini, luas lahan persawahan aktif di Kota Jayapura hanya tersisa sekitar 38 hektare.
Sebagai tahapan awal, dilakukan kegiatan Survei Investigasi Desain (SID) yang mencakup kajian kelayakan lokasi, survei lapangan, serta penyusunan rancangan desain teknis. Survei ini dilaksanakan pada 15 September 2025 oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian, bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura, serta Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua. Adapun calon lokasi pengembangan sawah baru berada di Kampung Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.
Di sekitar kawasan tersebut, petani setempat telah lebih dahulu mengelola lahan untuk budidaya padi. Oleh karena itu, program cetak sawah disambut positif oleh para petani, mengingat perluasan area tanam diyakini akan meningkatkan ketersediaan beras lokal.
Melalui program ini, pemerintah berharap tercipta lahan pertanian baru yang produktif, sekaligus memperkuat upaya menuju swasembada pangan nasional. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.